Monthly Archives: January 2017

September 2016 : Bulan Kereta Api

Jujur saja, saya bingung memberi judul untuk cerita perjalanan kali ini. Intinya pada bulan September 2016 kali ini saya berkelana ke Jawa Timur menggunakan kereta api dan secara kebetulan hari kereta api juga  jatuh di bulan ini pada tanggal 28, ya sudah lah dibuat judul seperti itu saja.

02 September 2016

Terbangun dari tidur karena alaram HP berbunyi tepat pukul 03.30, mari kita persiapan untuk perjalanan panjang menuju Surabaya, tiket kereta ekonomi KA Pasundan yang sudah dibeli dengan harga 94.000 tidak lupa kami bawa. Pagi-pagi buta saya dan satu teman saya bersiap berangkat dari Dago menuju Stasiun Kiaracondong menggunakan motor yang nantinya bakal kita inapkan untuk parkir di stasiun (parkir inap 12.000/hari) go.. go.. go.. bismillah….

Sekarang jadwal keberangkatan kereta sudah tepat waktu, jadi jangan main-main, kalau telat bisa ditinggal. Sebelum boarding, kami cetak boarding pass dulu dimesin check-in yang sudah ada, masukan kode booking, boarding pass tercetak.¬† Beragkat pukul 05.20 KA Pasundan mulai bergerak, persiapkan mental untuk perjalanan 16 jam lebih wow. Bagi traveller yang lapar dan pingin berhemat, anda bisa makan enak plus kenyang di Stasiun Lempuyangan, disana ada warung-warung dalam stasiun yang menyediakan nasi bungkus 10.000-an dengan varian lauk yang bisa dipilih, yang perlu diwaspadai waktu berhentinya kereta sekitar 10 menitan, jadi bersegeralah… Sampai Stasiun Gubeng Surabaya sekitar pukul 10 malam, kami makan malam sekalian ngopi dulu diluar stasiun, menunggu KA Jayabaya yang akan mengantarkan kami ke Stasiun Lawang.

Jadwal KA Pasundan dan Jayabaya

1609-01

03 September 2016

Sampai di Stasiun Lawang sudah berganti hari, saya dijemput sama teman dan ikut numpang tidur di rumahnya, tidur sebentar hanya 3 jam-an karena pagi ini saya harus berangkat ke Probolinggo. Agenda utama datang kesini itu menghadiri pernikahan teman saya di Probolinggo, saya beserta rombongan yang sudah berkumpul di Lawang bersiap berangkat ke nikahan dengan menyewa mobil. Pulang nikahan mampir ke Masjid Agung Probolinggo yang berada tepat di barat alun-alun kota, dilanjutkan jalan-jalan ke Pantai Bentar. Malam harinya sekedar ngopi-ngopi lesehan di sudut Kota Malang.

1609-3

04 September 2016

Hari ini, mengantar teman ke Bandara Abdurachman Saleh, ngedrop teman satu lagi di CFD Kawasan Ijen, jalan-jalan ke Kota Batu dan berendam air panas di Cangar. Malam harinya kami mengunjungi Alun-alun Malang, mampir ke Masjid Agung dan sewa motor buat touring ke Bromo besok. Sewa motor di Malang rata-rata 75.000/24 jam untuk jenis motor matic biasa, tapi khusus untuk ke Bromo sebaiknya tidak pakai motor matic yang biasa biar aman. Kami direkomendasikan Yamaha Nmax yang cukup tangguh untuk menjelajah lautan pasir Bromo dengan harga sewanya 125.000/24 jam.

1609-04

Bandara – Kota Batu

05 September 2016

Semangat pagi menemani kami karena petualangan hari ini akan menantang dan berkesan. Perjalanan menuju Bromo kami tempuh dari Lawang dengan menggunakan motor dan akan pulang dengan rute yang berbeda. Kami tidak mengambil jalur jalan-jalan besar, tapi rute jalan-jalan berkelok dan perkebunan. Sebelum masuk ke lokasi wisata, kami beli tiket dulu di Pos BTNBTS (Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) yang berlokasi di Wonokitri. Harga tiket masuk per 1 Juni 2016 untuk Bromo dan sekitarnya, hari biasa : Wisatawan Nusantara 27.500; Wisatawan Mancanegara 220.000; hari libur : Wisatawan Nusantara 32.500; Wisatawan Mancanegara 320.000; Mobil 10.000 / sekali masuk dan motor 5.000 / sekali masuk. Sayangnya kami belum beruntung kali ini, sampai Pananjakan jam 10.00 view-nya sudah tertutup kabut putih tebal. Gambaran Kawah Bromo dan Gunung Batok yang diidam-idamkan selama perjalanan tidak dapat terlihat :(. Setelah menunggu sekitar 1 jam di Pananjakan sekalian beristirahat juga, kami lanjutkan perjalanan ke Kawah Bromo.

Arah menuju Kawah Bromo dari Pananjakan didominasi jalan menurun, sehingga perjalanan terasa lebih cepat dari berangkatnya wussss….. hehe. Sampai Kawah Bromo kami parkirkan motor dilanjutkan jalan kaki dan mendaki, beli kopi dulu biar bisa disruput diatas kawah. Pemandangan yang menakjubkan buah dari proses geologi atas instruksi Sang Maha Kuasa, hamparan lautan pasir yang membentang, Gunung Batok yang menjulang, kawah yang bergejolak dan aksen Pura Luhur Poten milik masyarakat Hindu Tengger, luar biasa. Setelah puas dengan pemandangan Kawah Bromo perjalanan kami lanjutkan ke Blok Savana yang terkenal dengan Bukit Teletubies-nya. Seusai foto-foto di Blok Savana, kami tunggangi kembali motor dan beranjak pulang. Lautan pasir memberikan sensasi tantangan perjalanan yang menarik, terkadang teman saya terpaksa harus turun motor agar beban motor berkurang dan dapat melintasi tanjakan “pasir berbisik”. Entah beberapa kilometer lautan pasir yang kami lalui, dibagian akhir ujung arah menanjak jalan mulai mengeras dan berubah menjadi aspal. Kabut mulai turun dan hari mulai gelap, setelah berapa jam sampailah kami di Lawang Alhamdulillah.

bromo

Malam ini kami menginap di Kota Malang karena besok subuh kami harus ke Stasiun Malang sebelum subuh menuju Surabaya dan dilanjut pulang ke Bandung.

06 September 2016

Menjelang subuh kami bersiap untuk perjalanan pulang ke Bandung. Dari hotel tempat kami menginap dekat dengan stasiun kereta, jadi tinggal jalan kaki deh ke stasiunnya. KA Tumapel kami masuki, membawa serta kenangan perjalanan kali ini di Jawa Timur menuju Stasiun Gubeng dan perjalanan dilanjut ke Bandung dengan KA Pasundan.

tiket

Tiket Kereta Api PP

kaPerjalanan menggunakan kereta api ekonomi memang sangat melelahkan dan lama, tapi bagi kami itu merupakan bagian dari wisata dan kami menikmatinya. Ketika kereta harus berhenti lantaran mengalah pada kereta lain yang akan lewat, ketika kereta harus berhenti karena generator listrik bermasalah yang mengakibatkan AC mati, ketika kami bisa bebas turun naik untuk membeli makanan dan kopi dengan sensasi terburu-buru karena takut tertinggal kereta di beberapa stasiun pemberhentian, ketika pemandangan alam tersuguhkan diluar kereta dengan tidak begitu cepat jalannya, ketika sepanjang perjalanan bisa berbagi makanan satu sama lain dan ketika kami tau kehidupan penumpang lain di satu blok kursi yang sama, itu menyenangkan.

Terimakasih Malang, Probolinggo, Batu dan Surabaya atas kenagannya…

Advertisements