Geologi Kopi

wp_001576

Sak pel’le tulisanku sing terakhir pas wulan Agustus 2015 iku, baru saiki rosone pingin nulis meneh sekalian ngisi waktu liburan panjang akhir pekan mergo ono tanggal abang, Jumat Agung – Bahasa Jawa (ditulis italic/miring karena merupakan bahasa asing buat orang asing hehe)

Semenjak tulisan saya yang terakhir dibulan Agustus 2015, baru sekarang rasanya pingin menulis lagi, sekaligus mengisi waktu liburan panjang akhir pekan karena ada tanggal merah, Jumat Agung – Terjemahan Bahasa Indonesia

Tidak perlu banyak preambule, kita langsung aja bahas topik sesuai judul diatas, hari ini 25 Maret 2016 bertepatan dengan Jumat Agung dan bertepatan pula dengan saya membeli kopi produk baru dengan selembar 2000-an dapat 2 bungkus di toko yang berada di bilangan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong – Kota Bandung, saya mulai topik ini. Awalnya cuma niat beli kopi kapalapi spesial mix yang biasa saya sruput kalau lagi saya minum (yo mesti), ternyata hadir kopi produk baru di toko tersebut yang memalingkan niat awal saya. Biasanya sehari-hari kalau ngopi ya antara kapalapi spesial mix, ABC moca dan kadang-kadang Lee Min Ho juga saya sruput hehe (luwak white koffie /red). Entah kenapa, untuk versi kopi sachet saya cuma suka yang itu aja, tapi bukan berarti yang lain saya tidak suka, kalau ada yang kasih kopi merek lainpun saya langsung hajar. Nah, ini kok tiba-tiba ada kopi keluaran baru dari om TORA yang makan BIKA di Waka TO-BI alias torabika muncul, produk barunya yang diiklankan bertubi-tubi di TV, radio (saya masih dengerin radio lho) dan mensponsori turnamen besar sepakbola seperti, Jendral Sudirman dan Bhayangkara Cup mengusung produk baru ini, apakah produk barunya? “torabika duo”, produk ini yang akan saya bahas karena diiklannya sudah membawa nama “tanah vulkanik”.

(Sambil sruput kopi torabika duo) Diiklan barunya kopi ini mengangganp dirinya paling mantap kerena “bijinya” biji kopi maksudnya hehe, ditanam di tanah vulkanik. Apa memang bener ya kalau ditanam di tanah vulkanik bisa jadi lebih enak? yang pasti waktu tadi saya sruput kopi torabika duo tidak merasakan adanya rasa tufa atau piroklastik dan bubuk kopinya juga tidak mengandung abu vulkanik / wedhus gembel hehe, ya jelas gak lah. Pernyataan di iklan inilah yang akan saya preteli, dalam membuktikan sebuah pernyataan, klausul pernyataan tersebut harus mampu menjawab  5W 1H, pasti semua sudah pada tahu kan apa itu 5W 1H kan, ayo kita preteli satu persatu.

What : Apa itu tanah vulkanik?

  • Tanah vulkanik berasal dari endapan vulkanik – endapan vulkanik berasal dari batuan vulkanik yang mengendap – batuan vulkanik berasal dari magma yang terkandung di dalam bumi, kenapa istilahnya “terkandung” karena magma secara berkala dilahirkan dalam bentuk letusan gunung api atau lava dari mulut rahim gunung berapi (mix bahasa geo-bio-logi hehe). Apa sepesialnya batuan vulkanik ini? ya, spesial pastinya, kalau gak spesial ngapain jadi bahan buat iklan.
  • Spesial karena kandungan mineralnya, batuan vulkanik membawa mineral-mineral yang dilaluinya selama perjalanan dari dapur magma menuju permukaan. Dapur magma ini dapur paling panas di bumi, isinya batuan cair pijar. Si dapur ini yang mensuplai kantong-kantong magma yang terbentuk di tubuh gunung-gunung api untuk didistribusikan ke permukaan bumi, melalui letusan atau aliran lava dan masyarakat menerimanya sebagai bencana dan sekaligus anugerah karena setelah letusan gunung timbul-lah srimulat (Pak Timbul – Srimulat) rak lucu le… haha, setelah letusan genung api masyarakat dianugerahi tanah-tanah yang subur, material-material batuan yang kulaitasnya baik untuk bangunan dan anugrah yang baru yaitu kopi-kopi yang enak.
  • Mineral apa saja yang ada di endapan vulkanik? kandungan mineral pada batuan vulkanik tidak selalu sama disetiap tempat, karena tergantung kandungan meneral batuan yang dilewatinya ketika dia OTW ke permukaan, tapi umumnya ada 2 kelompok mineral untuk batuan vulkanik, jika kita merujuk pada pengelompokan mineral batuan beku, yaitu :
  1. Mineral Felsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
  2. Mineral Mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.

Where : Dimana batuan vulkanik diendapkan?

  • Pada umumnya batuan-batuan vulkanik diendapkan disekitar gunung api dan di situ-lah tanaman kopi ditanam. Untuk di negara kita ada Dataran Tinggi Gayo yang menghasilkan Kopi Gayo yang sudah terkenal bagi para penikmat kopi. Dataran Tinggi Gayo ini merupakan deretan gunung bukit barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Ada tiga kabupaten di Aceh yang menghasilkan kopi tanah vulkanik Gayo yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues. Alhamdulillah saya sudah pernah melewati kabupaten ketiganya dan menikmati langsung kopi khasnya (perjalanan ke Aceh bisa dibaca di : Perjalanan panjang “Paris – Mekah”).
  • Kopi Bali yang berasal dari Dataran Tinggi Kintamani. Kecamatan Kintamani terletak di Kabupaten Bangli, dengan pesona Gunung Batur-nya, kecamatan ini mempunyai pesona indah alam yang memadukan kaldera dan gunung berapi serta dianugrahi kopi kualitas tinggi tentunya.
  • Kopi Toraja yang berasal dari Pegunungan Latimojong, yang membentang sepanjang Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Sidenreng Rappang – Sulawesi Selatan.
  • Kopi Flores yang berasal dari Dataran Tinggi Ngadha merupakan kawasan pertemuan dua lereng gunug api, yaitu Gunung Inerie dan Gunung Abulobo. Secara administratif kawasan tersebut merupakan wilayah dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada – Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • Kopi Jawa tersebar di banyak tempat, salah satunya di Kabupaten Temanggung – Jawa Tengah yang berada di perpaduan lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro; di Jawa Timur ada Kopi Bondowoso yang beasal dari Gunung Raung; dan di Jawa Barat setidaknya ada 9 gunung penghasil kopi, yaitu : Gunung Tangkuban Parahu, Tilu, Halu, Wayang, Malabar di kawasan Bandung, Cikuray, Papandayan dan Patuha di wilayah Garut dan Gunung Manglayang di Sumedang.

When : Kapan?

  • Pertanyaan “when” apa ya yang paling cocok untuk mendukung pernyataan “kopi dari tanah vulkanik lebih enak”
  • hemmm… mungkin ini : Kapan saatnya menanam kopi di tanah vulkanik? jelas jawabnannya waktu gunung sedang tidak erupsi dong hehe –> maksa

Why : Kenapa kopi yang ditanam di tanah vulkanik lebih enak?

  • Ya… karena di tanah vulkanik mengandung mineral-mineral batuan (unsur hara tanah) yang tidak dimiliki tanah non vulkanik –just simple like that… hehe

Who : Siapa yang bisa membuktikan kopi dari tanah vulkanik lebih enak?

  • Siapapun orangnya bisa membuktikan kalau kopi dari tanah vulkanik memang lebih enak, silahkan coba.

How : Bagaimana bisa lebih enak?

  • Hehe… kalau pertanyaannya seperti itu, jawabannya bisa pakai jawaban di pertanyaan why diatas.

Demikianlah analisa saya yang sedikit ngawur mengenai kopi tanah vulkanik, yang pasti gak se-ngawur guyonan jadul ini : “mengapa why selalu always? karena because tidak pernah never” wkwkwk gak lucu le… dan ternyata kekuatan iklan yang bertubi-tubi yang menghantam saya via mata dan telinga membuat saya ingin mencoba torabika duo dan hasil riset lidah perasa saya menyimpulkan rasanya tidak mengecewakan dapat bersaing dengan kapalapi spesial mix.

Tulisan ini tidak di-endorse dari produk manapun karena aku mah apa atuh… hanya butiran debu (judul lagu) dan untuk kapalapi spesial mix, saya masih suka, gak perlu bersedih hanya karena ada saingan baru. Kalau ditanya kopi apa yang lebih enak dari kopi tanah vulkanik? saya akan jawab, kopi yang bijinya ditanam di tanah vulkanik dan keluar dari silit luwak… hehe, sehingga orang-orang yang sudah merasakan kopi yang seperti itu bisa berucap “Luwak… kopi dari silit-mu numero uno“.

Pernah suatu waktu ada pameran di kampus, salah satu pengisi pamerannya adalah produsen kopi luwak, di depan stand-nya terpajang tulisan kopi luwak 250rb/cangkir dan ada meja kursi untuk kita minum, sambil minum kita bisa menyaksikan luwak yang sedang dikandangkan sekaligus dibawahnya ada hasil ekskresi-nya, slluuurpp nikmat.

– Sekian… ditulis di kamar Anto yang sedang main dota. Jumat, 25 Maret 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s