Perjalanan panjang “Paris – Mekah”

Judulnya sangat memukau ya? tapi sebenarnya sampai saat ini saya belum pernah ke Paris maupun Mekah, maka dari itu kenapa saya beri tanda petik “” pada Paris – Mekahnya hehe. Ada tidak yang diantara pembaca yang buka link ini karena judulnya? jangan merasa kejebak ya… itulah kekuatan judul artikel online saat ini, yang menonjolkan judul terlebih dahulu biar para penggiat sosial media membuka arikelnya.  Oke, tanpa berniat menipu pembaca dengan judulnya, cerita ini adalah pengalaman perjalanan saya dari Bandung yang katanya “Paris van Java” menuju Banda Aceh yang terkenal dengan “Serambi Mekah” memang banyak daerah di Indonesia yang mendapat julukan-julukan seperti Pekalongan sebagai Kota kreatif dunia🙂.

Perjalanan ini berawal dari tugas kepanitiaan yang saya ikuti, mungkin tidak perlu dijelaskan kepanitiaan apa ya… Karena ini bentuknya program kegiatan yang diadakan di Aceh, jadi sebanyak 4 kali perjalanan pulang – pergi harus saya jalani dengan hati gembira tentunya hihi… Cerita singkatnya sebagai berikut :

Tanggal 19 Februari 2015 petualangan dimulai dari Bandung menaiki mobil travel Cipaganti jam 03.00 menuju Bandara Soekarno Hatta. Sekitar pukul 05.30 sampai bandara, karena kami rombongan panitia 8 orang dengan banyak barang yang dibawa tanpa berlama-lama langsung cek-in aja, eh sebelumnya sempetin dulu ke WC dan keperluan pribadi dulu ya. Counter cek-in Lion Air penuh dan sangat riuh, ada orang-orang yang mencoba mendahului dengan alasan bermacam-macam dan ada yang mencoba membawa “petugas bandara” biar bisa dipercepat. Waduh baru sadar kalau hari ini hari libur nasional tahun baru imlek, tapi Alhamdulillah penerbangan kami tepat waktu diantara banyak penerbangan-penerbangan lain yang ditunda terutama penerbangan menuju Sumatera, beruntungnya kami waktu itu (berita banyak penerbangan Lion Air yang ditunda ini cukup menyita perhatian dan banyak media memberitakannya). Sampai Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar sekitar pukul 13.00, ini dia pertama kali saya menginjakan ke tanah rencong, di bandara kami sudah ada yang menjemput lalu diajak makan siang dan langsung rapat di Banda Aceh. Apa yang terjadi selanjutnya? tanpa menginap, sorenya saya langsung ditugaskan menuju Kutacane – Aceh Tenggara. Hanya bermodal istirahat makan siang perjalanan panjang via darat pun dimulai. Rute perjalanannya kurang lebih yaitu : Banda Aceh – Aceh Besar – Pidie – Pidie Jaya – Bireun – Aceh Tengah – Gayo Lues – Aceh Tenggara seluruhnya 18 jam perjalanan, walaupun cuma duduk tapi badan ini terasa sekali pegal-pegalnya, tak apalah karena saya justru senang karena langsung bisa melintasi Provinsi Aceh dari Utara sampai ke Perbatasan dekat Sumatera Utara alias di Kutacane.

Kutacane - Aceh Tenggara

Kutacane – Aceh Tenggara

Setelah selesai kegiatan disini, kami kembali ke Banda Aceh di hari Sabtu, 21 Februari 2015 sekitar pukul 14.00 menelusuri jalan yang sama ketika berangkat, perjalanan melintasi malam dan sampai di Banda Aceh pas adzan subuh, langsung kami menuju Masjid Baiturrahman untuk sholat berjamaah. Istirahat satu hari di Kota Banda AcehSaatnya pulang menuju “Paris van Java” via Cengkareng.

Banyak cerita dan pengalaman berkunjung di tanah rencong ini, karena setelah kegiatan bulan Februari itu saya dan tim panitia bolak-balik Bandung-Aceh 3 kali lagi, ceritanya berlanjut dalam bentuk foto saja ya…

MAsjid Baiturrahman - Banda Aceh

MAsjid Baiturrahman – Banda Aceh

Monumen PLTD Apung

Monumen PLTD Apung

Museum Tsunami

Museum Tsunami

Kapal di Atas Rumah - Lampulo

Kapal di Atas Rumah – Lampulo

Sunset di Banda Aceh

Sunset di Banda Aceh

Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk

One response to “Perjalanan panjang “Paris – Mekah”

  1. Pingback: Geologi Kopi | KEHIDUPAN DUNIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s