Pertama Kali Keluar Negeri : Singapura – Malaysia 2011

Pengalaman pertama kali saya jalan-jalan keluar negeri adalah ke Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia di tahun 2011 dan bisa dikatakan ini pertama kali mendapatkan tiket promo AirAsia yang kemudian menjadi awal mula saya adiktif dengan tiket promo. Perjalanan ini melibatkan 4 orang gelandangan dari Bandung termasuk saya. Kisah ini juga dtulis oleh teman saya di blognya : http://travelingideologi.blogspot.com/ dan dalam tulisan ini saya akan menyadur dari blog dia plus menambahkan cerita dan gambar. Cerita ini dimulai di negara modern Asia Tenggara yaitu Singapura dan dilanjutkan cerita perjalanan di Kuala Lumpur, total 6 hari 5 malam (12-17 Februari 2011). Jalan-jalan ini sedikit mengambil resiko dalam keberlangsungan akademik saya di ITB, karena waktu itu sebenarnya saya sedang mengerjakan TA yang kondisinya masih berantakan dan belum selesai. Ditambah lagi awal Maret saya harus Seminar dan dipertengahan bulan harus sudah sidang. Hehe menyenangkan ya…

SINGAPURA

12 Februari 2011
Berangkat dari Bandung pukul 11.00 menuju travel yang mengantar kami ke Bandara Soekarno-Hatta. Sewaktu perjalanan menuju tempat travel sempat terjadi insiden yaitu teman saya jatuh dari motor untung tidak terjadi masalah serius sehingga dia masih bisa melanjutkan perjalanan ini, akan tetapi teman yang mengantarnya terluka lumayan parah, pada tangannya perlu dilakukan beberapa jahitan dan teman yang ikut bersama kami mengalami sedikit kesleo di kakinya, walau begitu the show must go on.

Pesawat kami berangkat dari Jakarta pukul 18.00 malam dan sampai di Changi sekitar pukul 21.00 (waktu singapura lebih cepat satu jam dari WIB). Di Singapura rencananya kami akan habiskan selama 3 hari 2 malam. Disana kami menggunakan situs jaringan silaturahmi internasional (www.couchsurfing.org) untuk mendapatkan host tempat kami menginap selama disana selain itu kami juga mengunjungi kawan asrama kami yang ada di singapura yang sudah kerja disana. Oleh karenanya tidak ada pengeluaran biaya akomodasi tempat tinggal selama di Singapura, cukup mengirit biaya pengeluaranšŸ™‚.

Changi Airport

Changi Airport

Sesampainya di Changi kita langsung menuju stasiun MRT di terminal 1 kalau tidak salah, untuk naik MRT dan segala jenis transportasi yang ada di singapura ada dua cara yaitu dengan menggunakan kartu Ez-link atau bisa membeli karcis setiap kita mau menggunakan transportasi yang ada disana. Beberapa backpacker memilih untuk menyiapkan uang receh untuk setiap mau naik MRT atau transportasi lain tapi tidak bagi kami, karena kami rasa menggunakan kartu Ez-link lebih praktis karena kartu ini akan terus berlaku dan akan habis masa berlakunya kalau tidak pernah dipakai selama 5 tahun. Jadi menggunakan kartu ini selalin kita tidak perlu menyiapkan uang receh sebelum naik transportasi, kartu ini sungguh praktis karena cukup menggesekan kartu ini setiap kali kita mau naik sesuatu dan kartu ini pun bisa diisi ulang. Akhirnya kami masing membeli kartu Ez-link seharga 12 SGD, dengan isi sebesar 7 SGD di dalamnya. 1 SGD waktu itu sekitar 7.000 IDR

Setelah itu kami segera menuju ke rumah host kami yang berada di daerah Clementi menggunakan MRT, kami sampai di Clementi sekitar jam 23.00 dan dari stasiun MRT tersebut kami berjalan kaki menuju apartement tempat host kami yang tak jauh dari situ. dan sebelumnya kami membeli SIM card seharga 15 USD dengan isi pulsa sebesar 15 USD juga,Ā  mungkin bagi beberapa orang SIM Card tidak begitu penting tapi bagi kami itu sangat penting karena kami akan banyak berhubungan dengan banyak orang di negara tersebut.

02

Tak lupa kami bawakan juga oleh-oleh Brownis Bandung untuk host kami, ya sebagai suatu bentuk ucapan terima kasih mau memberikan tempatnya untuk kami inapi. Beruntung waktu sampai di apartement host saya sedang ada pesta kecil-kecilan ternyata. Dan tentu saja banyak makanan disana, kebetulan sekali perut kami belum terisi dari tadi siang sehingga suatu rezeki bagi kami dengan adanya banyak makanan tersebut. Lumayanlah tidak perlu cari makan malam (otak backpacker nih,hehe). Setelah ngobrol ngalor ngidul mulai dari perkenalan kegiatan sehari-hari pengalaman traveling dan lain-lain akhirnya kami beristirahat sekitar pukul 02.00, wuuih hari yang cukup meletihkan juga, akhirnya bisa sedikit melepas lelah dengan mengistirahatkan badan.

13 Februari 2011

Pukul 07.00 pagi kami semua sudah bangun, rencana pertama kami adalah bertemu kawan asrama kami yang kini sudah bekerja di Singapura, lalu diputuskan untuk bertemu di Clementi MRT Station yang kemudian dari situ menuju Jurong East tempat 2 orang dari kami bakal menginap (di kawan asrama kami) sedang dua lagi menginap di anak CS Singapura yang ada di Tampines (bagian timur singapura).

Setelah meletakkan backpack di Jurong East, kami segera menuju Orchad Road daerah yang terkenal dengan wisata belanjanya. Setelah puas berjalan-jalan sepanjang orchad (ya jalan-jalan saja tidak belanja, hehe) kami mampir di carrefour untuk beli snack dan minuman plus sarapan nasi lemak seharga 3 SGD.

03
Pukul 13.00 kami menuju Singapore Nasional Museum “Museum Kebangsaan Singapura” kalau di Indonesia ya seperti museum nasional di Monas, Namun dalam museumnya berbeda jauh. Di MKS (Musium Kebangsaan Singapura) kita dipandu oleh digital guide yang menjelaskan secara otomatis saat kita berada di ruangan tertentu. Masuk museum ini sebenarnya gratis namun untuk masuk gallerynya harus bayar 10 SGD berhubung kami masih mahasiswa, walaupun mahasiswa Indonesia juga kami dapat diskon sehingga hanya membayar 5 SGD saja.

Nasional Museum of Singapore

Nasional Museum of Singapore

Setelah puas explore semua gallery, ya walaupun tidak semua juga sih soalnya luas banget, waktu ternyata sudah menunjukan pukul 16.00, Kami putuskan cukup untuk tur di MKS walaupun sebenarnya masih kurang waktu 2,5 jam disana. Dari sana kami berencana sholat ashar dulu di daerah Rafles City dan sewaktu mau menuju stasiun MRT kami melihat ada museum seni di seberang jalan. Jadinya masuk dulu deh ke Singapore Art Museum tersebut sampai jam 17.00an, Oh ya di singapore matahari terbenam itu sekitar pukul 19.00 jadi lebih lambat satu jam dari WIB.

Singapore Art Museum

Singapore Art Museum

Rafles City

Rafles City

Setelah selesai sholat ashar dan foto-foto di Rafles City kami segera menuju Sentosa Island, sebuah pulau yang dikanal sebagai pusat hedonisme di Singapura, yang unik disana ada Casino dimana jika orang selain Singapura yang masuk gratis namun jika yang masuk itu orang setempat harus bayar sebesar 100 SGD, sebuah kebijakan yang sebenarnya brilian dari pemerintah sana karena sangat menarik orang luar untuk menghabiskan uang di Casino tersebut. Di Sentosa Island juga ada Universal Studio, pantai-pantai dan Huge Merlion.

Sentosa Island

Sentosa Island

Tak terasa waktu sudah pukul 22.00 kami di Sentosa Island, jadi saatnya balik untuk istirahat secara seharian telah berjalan kalau dihitung bisa berkilo-kilo meter (lebay juga sih). Sewaktu di Sentosa Island ini seorang kawan saya teringat bahwa kameranya tertinggal di Rafles City saat sholat ashar tadi jadi segera menuju rafles city kembali namun sayang kameranya sudah tidak ada. Kadang-kadang traveling memang butuh tumbal.šŸ˜¦

Dari rafles city kami kembali menuju Jurong East untuk pulang, keberuntungan menyelimuti kami malam itu karena kawan asrama kami yang sudah kerja di singapore mentraktir kami makan malam. Ya lumayan karena untuk makan kami hanya mengeluarkan uang sekali saja yaitu untuk makan siang. Sesampainya di Jurong East 2 orang stay disana sedang 2 orang sisanya menuju Tampines untuk menginap disana. Berhubung sudah jam 01.00 maka tak ada lagi MRT sehingga kami naik taksi cukup mahal juga ternyata sekitar 27 SGD namun host kami yang baik hati yang membayarnya, untuk sekedar balas budi kami kasih dua brownies lah ke diašŸ™‚

14 Februari 2011

Ini hari terakhir kami di Singapura, berhubung kita semua adalah mahasiswa, kampus NTU dan NUS merupakan tempat yang rencana awalnya akan kami kunjungi hari ini. Namun sebelum kesana kami ke Science Center dulu di kawasan Jurong East, maklumlah anak science jadi waktu tiga jam lebih disini tidak terasa sama sekali tiba-tiba saja sudah jam dua siang padahal perasaan baru saja masuk (jam 11.00 padahal masuknya). Masuk Science Center sebenarnya cukup mahal jadiĀ  khusus bagi yang suka science saja karena memang bukan tujuan wisata utama di Singapore.

Di sana kita bisa belajar matematika, fisika, dan lain-lain yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Bagi mereka yang traveling sambil menambah ilmu saya menyarankan untuk mengunjungi lokasi ini. Harga tiket masuknya sekitar 10 SGD, kebetulan waktu itu ada paket sekalian masuk ke Snow City dan kami ambil juga, jadi kami beli tiket seharga 16 SGD untuk masuk Science Center dan Snow City.

Banyak sekali ruang pameran di Science Center mulai dari audio (belajar gelombang, bunyi dan lain-lain), Maxwell auditorium, DNA learning lab hingga tak ketinggalan robotic room. Sangat menambah ilmu dan wawasan sekali disana terutama segi science dan keilmuannya. Hal ini karena science yang rumit dikemas secara sederhana dan seperti bermain saja, maka tak heran disana banyak anak-anak seusia SD-SMP yang ramai berkunjung disana.

Science Centre & Snow City

Science Centre & Snow City

Bagi traveler hemat seperti kami merasa rugi masuk Snow City, terlalu biasa dan tidak ada keistimewaan sama sekali selain hanya lokasi bersalju dan yang paling sedih tidak bisa foto-foto disana.

Dari snow city sudah jam 15.00 ternyata, dan rencana ke NUS dan NTU kita batalkan dan segera menuju patung Merlion di Marina Bay, ikon wajib traveling ke Singapura. Namun sayang seribu sayang waktu kami sampai disana patung Merlionnya sedang dipugar. Ya akhirnya cuma bisa foto-foto dengan anaknya merlion yang kecil. hehehe

Merlion

Merlion

Balik dari Marina Bay kami segera packing untuk melanjutkan perjalanan ke KL via darat, sebelumnya kita menyempatkan makan dulu di dekat Jurong ya harganya standarlah 5 SGD sudah sama minum (itu sudah menu ayam). Setelah makan kita menuju stasiun MRT terdekat menuju Kranji yang kemudian dari sana dilanjutkan menggunakan Bus ke Johor Bharu, Bus keĀ Johor Bharu ada dua pilihan yaitu yang bisa pakai Ez-link card dan yang tidak dan berhubung sudah malam ya naik seadanya saja dan dapat yang tidak bisa pakai Ez-link card harganya murah juga kok 1,3 SGD.

Tepat pukul 22.00 kita tiba di keimigrasin Singapura-Malaysia setelah selesai urusan keimigrasian lalu perjalanan dilanjutkan keĀ Johor Bharu yang kemudian ke KL menggunakan bus. Proses keimigrasian cukup mudah jika kurang tahu cukup saja ikuti rombongan-rombongan besar yang turun dari bis sangat mudah sekali, jadi follower saja.

Pengeluaran selama di Singapura :
Ez-Link Card : SGD 12
Top Up Ez-Link Card : SGD 20
Sim Card : SGD 15
Makan / konsumsi selama dua hari : SGD 10
Masuk ke Museum Kebangsaan Singapura : SGD 5
Masuk Science center dan snow city : SGD 20
Total : SGD 82

dengan kurs SGD 1 = Rp 7.000 maka pengeluaran selama di singapura sekitar Rp 574.000 (3 hari dua malam)

MALAYSIA

Perjalanan ke Malaysia dimulai dari Johor Bharu, setelah selesai mengurus imigrasi kemudian kami menuju terminal bus di Johor Bharu. Bus sudah kami pesan by online yaitu berangkat ke Kuala Lumpur jam 22.30 malam dengan tujuan terminal Bukit Jalil. Sampailah kami di terminal bus Johor Bharu, suasananya mirip di Indonesia ada yang nawar-nawarin bus (semacam calo) tapi kami sudah mengantongi tiket bus jadi tak kami hiraukan orang-orang tersebut. Adapun harga tiket bus tersebut sekitar RM 27 dimana RM 1 setara Rp 3.000an.

15 Februari 2011

Lima jam kami tempuh dariĀ Johor Bharu menuju Kuala Lumpur, pukul 05.00 sampailah kami di Stadion Bukit Jalil tempat pemberhentian terakhir bis ini. Segera saja kami menuju lokasi MRT Bukit Jalil yang berada tak jauh dari situ. Stasiun tersebut mulai beroperasi pada pukul 06.00 pagi jadi sembari menunggu kami sholat subuh dan beristirahat di masjid di area stasiun MRT tersebut. Di Malaysia kami tidak membeli kartu MRT karena jangkauan MRTnya tidak menyeluruh seperti di Singapura, jadi kami beli tiket tiap akan naik dimana harga tiketnya bervariasi RM 1 – 3 tergantung jauh dekatnya tujuan.

MRT Bukit Jalil

MRT Bukit Jalil

Dari stasiun Bukit Jalil tersebut kami menuju Chan Sow Ein, di daerah sana kami akan menginap di Malaysia yaitu di salah satu anggota CS (Couchsurfer) yang umurnya sekitar 50an tahun, cukup tua namun masih energik untuk bertraveling ria. Senang bisa berbagi cerita tentang traveling dengan beliau. Kami menginap di rumah beliau selama dua malam. Hebatnya menggunakan jaringan silaturahim selain kita bisa berhemat akomodasi tempat (hostel) kita juga bisa lebih mengenal kebudayaan masyarakat tempat kita traveling dan tentu saja banyak info yang bisa kita ketahui secara mendalam tentang kawasan tersebut jauh lebih valid daripada kita menggunakan penelusuran info ala google.

19

Siang itu, sekitar pukul 11.30 segera kami berpamitan kepada host kami untuk segera menjelajah kota Kuala Lumpur, dari rumah beliau menuju pemberhentian bus memang dekat namun sayangnya bus yang kami cari untuk menuju KL Sentral sungguh lama akhirnya kami memutuskan naik taxi saja, secara kalau taxi dibayar patungan juga tidak begitu mahal. Tujuan pertama kami adalah KL Sentral dimana banyak hal yang bisa dimulai dari sana.

KL Sentral

KL Sentral

Kami putuskan hari besok untuk mengunjungi Genting Theme Park, ya seperti dufannya Indonesia lah. Dari KL Sentral kami membeli paket ke Genting seharga RM 47 yang termasuk bus ke Genting PP, sama cable car dan tiket masuk wahana outdoor. Sedihnya wahana outdoor tidak bisa digunakan saat hujan untuk itu di paket tertsebut ada pilihan jika kondisi hujan maka tiket masuk outdoor park diganti makan di restoran yang cukup mahal. Selesai berencana tentang Genting, kami segera menuju KLCC dimana ada menara kembar Petronas disana, dengan sekali LRT kita sudah sampai di menara yang menjadi icon kebanggaan Malaysia ini.

Petronas Twin Tower

Petronas Twin Tower

Puas berfoto-foto ria di petronas kami menuju KL Tower, pucuk menara ini kelihatan jelas dari petronas jadi kami memutuskan berjalan kaki saja menuju KL Tower, namun cukup jauh juga ternyata untuk menuju kesana apalagi jalannya nanjak segala ditambah teriknya matahari siang itu. Segelas Es sangat kami butuhkan saat itu. Sebenarnya KL Tower ini biasa aja, ya mirip-mirip Monaslah kalau di Indonesia.

Menara KL

Menara KL

Di KL Tower kami menghilangkan penat untuk sejenak dengan berleyeh-leyeh bahkan sampai ketiduran. Ada kiranya sampai dua jam di area KL Tower ini menghindari teriknya matahari siang itu. Saat matahari mulai condong ke barat, saatnya melanjutkan perjalanan kembali. Segera kita turun ke bawah menuju halte bus, dari san kita kemudian menuju Bukit Bintang, terus ke Kampung Arab untuk makan, sekali porsi makan sekitar RM 7-8. Hujan deras mengiringi perjalanan kita sore itu.

Saat senja mulai datang kami menuju kawasan Masjid Jamee’ untuk sholat maghrib sembari melepas lelah. Selesai sholat maghrib sekalian isya’ di sana kita menuju Chiona Town untuk sekedar Jalan-jalan malam. Dan saat waktu menunjukan sekitar pukul 21.00 kami kembali pulang ke rumah host kami, selesailah petualangan hari itu.

China Town

China Town

16 Februari 2011

Hari ini waktunya bersenang-senang menikmati Theme Park terbesar di Malaysia “Genting”. Kami sampai di KL Sentral sekitar jam 09.00 pagi dari rumah Host, KL Sentral ini emang bener-bener sesuai namanya (Sentral), mau kemana aja di Kuala Lumpur ini meeting pointnya disana mulai Petronas, KL Tower dan Genting Theme Park, bahkan juga kalau kalian mau ke Thailand bisa lewat KL Sentral pakai kereta. Mungkin suatu saat nanti Stasiun Gambir di Jakarta bisa juga seperti KL Sentral ini, sejauh ini saat saya perhatikan kalau dari Gambir (Jakarta) mau ke Ancol, Taman Mini, Ragunan, Lubang Buaya, dll nggak ada fasilitas transportasi yang mudah dan efektif padahal potensi wisata di Jakarta tidak kalah menarik dari Kuala Lumpur ini.

Pada jam 11.00 berangkatlah kita dari KL Sentral menuju Genting Theme Park perjalanan ditempuh sekitar 2 jam-an sampai dengan pukul 13.00. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kereta gantung, adapun tiket naik kereta gantungnya sudah satu paket sama tiket genting theme park tadi. Yang menarik dari Genting Theme Park ini akan tutup jika cuaca hujan, dan semua permainan disana tidak bisa digunakan. Oleh karenanya butuh sedikit keberuntungan dan Alhamdulillah pas kita disana cuaca cukup cerah walaupun agak mendung sedikit. Namun pihak theme parknya memberi pilihan kepada kita seumpama cuaca buruk dan taman bermainnya nggak bisa digunakan maka akan diganti dengan voucher makan di sebuah restoran mewah. Selain itu sebenarnya ada juga yang aman dari pengaruh cuaca yaitu indoor theme park, sayangnya harganya lebih mahal daripada harga outdoor theme park.

Tanpa basa basi lagi seluruh permainan kita cobain mulai dari yang paling ekstrem seperti halilintar, go kart, rooler coaster, hingga kelas permainan family seperti kora-kora, spinner dan sebagainya, pokoknya kita nggak mau rugi, harus nyobain semua wahana yang ada disana. Ada satu wahana, baru sih sepertinya namanya flying coaster untuk naik ini dikenakan biaya tambahan sebesar RM 10, menurut saya Flying Coaster inilah wahana paling ekstreme diantara semua wahana yang ada di Genting Theme Park ini.

Genting Theme Park

Genting Theme Park

Tak terasa waktu sudah jam 19.00 akhirnya kita segera kembali ke bawah dan dilanjutkan perjalanan kembali ke KL Sentral, perlu diketahui bahwa di Malaysia menggunakan saving one hour time sehingga matahari tenggelamnya sekitar jam 18.00 – 18. 30. Sampai di KL Sentral sekitar jam 20.30 kemudian kita pergi kembali ke petronas tower untuk menikmati pemandangan malam hari di menara kembar petronas tersebut. Hingga waktu menunjukan pukul 23.00 kemudian menggunakan Taxi untuk kembali ke rumah Host kita di Chan Sow In, hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan.

25

17 Februari 2011

Ini hari terakhir kita di Kuala Lumpur, kami berempat harus berpisah, Sufi dan Iman melanjutkan ke Penang sedangkan saya dan Reza kembali ke Indonesia. Pukul 07.00 pagi kami mulai mengemasi kembali backpack kami dan berpamitan kepada Bu Elma, Host kami selama di Kuala Lumpur, tak lupa kami ucapkan terima kasih karena sudah mau direpotkan selama tiga hari ini padahal kenal juga baru tiga hari yang lalu. Memang begitulah konsep jaringan silaturahmi Couchsurfing, dari orang yang sebelumnya tidak kenal semakali bisa menjadi sahabat dekat. Demikian perjalanan saya pertama kali ke luar negeri, sangat menyenagkan dan mendapat bergudang pengalaman yang menarik. Tak lupa kami juga berterimakasih kepada AirAsia atas tiket promonyašŸ™‚ lebih sering lagi ya.

26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s