Sehari di Yangon, Myanmar

Alhamdulillah ada proyek ke Myanmar lagi, setelah kemarin pertama kali ke Myanmar gak ada kesempatan buat jalan-jalan, kesempatan kedua ini harus dimanfaatkan untuk melihat-lihat Kota Yangon. Setelah urusan wajib proyek selesai, tanggal 27 Februari 2014 saya dedikasikan hari itu untuk keliling Kota. Dimulai dengan jalan kaki dari penginapan di daerah Seikkanta sekitar pukul 10.30 (GMT+6,5jam), saya berkeliling menuju Yangon Central Station.

1

Perjalanan yang tidak terlaluu jauh, tapi lumayan panas menghasilkan kenangan gambar berikut :

2

Setelah berkeliling saya putuskan untuk balik ke penginapan, sebelumnya belanja roti dan minum dulu buat makan siang. Setelah istirahat sejenak makan siang dan sholat dilanjutkan perjalanan by sikil alias pake kaki ini dengan tujuan kantor pos buat ngirim kartu pos buat oleh-oleh di rumah dan teman-teman. Ternyata pulangnya bisa mampir ke Yangon City Hall, Sule Pagoda dan Maha Bandoola Garden. Mantapp

3

4Cukup murah untuk mengirim kartu pos dari sini harga 2 kartu pos 250MMK (Myanmar Kyat) dan kirim 1 kartu pos ke luar negeri cuma 500 MMK waktu itu nilai 1 MMK = 11,6 IDR. Kebanyakan gedung-gedung tua peninggalan Inggris masih dipertahankan untuk gedung-gedung instansi pemerintahan, jadi gak heran kalo banyak gedung-gedung nuansa eropa kuno di Yangon (secara gak langsung ngerasa di Eropa haha).

Perjalanan terakhir adalah gongnya dari perjalanan sebelumnya, karena saya akan menuju Shwe Dagon landmark-nya Kota Yangon. Start perjalanan jam 17.00 waktu setempat saya mulai perjalanan by sikil lagi dengan jalur Boyoke Market – Maha Wizaya Pagoda – Shwe Dagon – Karaweik Palace dan dilanjutkan pulang by taxi karena udah terlalu capek seharian jalan, bayar taxi dari Karaweik Palace ke penginapan cuma 2000 MMK.

5

Boyoke Market

Boyoke Market

Maha Wizaya Pagoda

Maha Wizaya Pagoda

Shwe Dagon

Shwe Dagon

Karaweik Palace

Karaweik Palace

Karaweik Palace berada di Danau Kandawgyi sehingga kalau malam hari terlihat jelas refleksi air dari Karaweik Palace yang bergemerlapan lampu. Oya, ada tips bagi wisatawan Indonesia yang pingin masuk ke Shwe Dagon secara gratis (masuk tempat ini bayar 5USD untuk wisatawan luar Myammar) karena muka kita mirip-mirip orang lokal nanti kalau mau masuk kesini jangan masuk pintu foreigner masuk aja ke pintu sebelah barat atau timur yang biasa dilewati warga sekitar untuk masuk, dengan tampil PD kita lewat aja dari situ hehe, saya masuk kesini gratiss loo.  Perjalanan menyenangkan dan hemat biaya di Kota Yangon ini berakhir dengan kepulangan saya ke Indonesia dihari berikutnya.

10

APALAH AKU

Ketika kamu ragu dan takut di kehidupan

Merasa sepi dan hampa tanpa makna

Pikiran hilang dalam sunyi kegelapan

Saat semua terasa boleh dilakukan dalam sadar

 

Itulah hatimu sedang tertutup jauh dari-Nya

Dimana tiada lagi celah cahaya yang menerangi

Kamu menjauh dan terus menjauh

Terus terbalut kesombongan tanpa do’a

 

Kini badan itu bergetar, hati itu menangis

Terasa tenggelam dalam lumpur kenistaan

Berharap ampunan itu terbuka, walau sering diketuk

Ingin jalan kembali yang benar tanpa cabang kesesatan

 

- Bandung, 07 Februari 2014

Pertama Kali Keluar Negeri : Singapura – Malaysia 2011

Pengalaman pertama kali saya jalan-jalan keluar negeri adalah ke Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia di tahun 2011 dan bisa dikatakan ini pertama kali mendapatkan tiket promo AirAsia yang kemudian menjadi awal mula saya adiktif dengan tiket promo. Perjalanan ini melibatkan 4 orang gelandangan dari Bandung termasuk saya. Kisah ini juga dtulis oleh teman saya di blognya : http://travelingideologi.blogspot.com/ dan dalam tulisan ini saya akan menyadur dari blog dia plus menambahkan cerita dan gambar. Cerita ini dimulai di negara modern Asia Tenggara yaitu Singapura dan dilanjutkan cerita perjalanan di Kuala Lumpur, total 6 hari 5 malam (12-17 Februari 2011). Jalan-jalan ini sedikit mengambil resiko dalam keberlangsungan akademik saya di ITB, karena waktu itu sebenarnya saya sedang mengerjakan TA yang kondisinya masih berantakan dan belum selesai. Ditambah lagi awal Maret saya harus Seminar dan dipertengahan bulan harus sudah sidang. Hehe menyenangkan ya…

SINGAPURA

12 Februari 2011
Berangkat dari Bandung pukul 11.00 menuju travel yang mengantar kami ke Bandara Soekarno-Hatta. Sewaktu perjalanan menuju tempat travel sempat terjadi insiden yaitu teman saya jatuh dari motor untung tidak terjadi masalah serius sehingga dia masih bisa melanjutkan perjalanan ini, akan tetapi teman yang mengantarnya terluka lumayan parah, pada tangannya perlu dilakukan beberapa jahitan dan teman yang ikut bersama kami mengalami sedikit kesleo di kakinya, walau begitu the show must go on.

Pesawat kami berangkat dari Jakarta pukul 18.00 malam dan sampai di Changi sekitar pukul 21.00 (waktu singapura lebih cepat satu jam dari WIB). Di Singapura rencananya kami akan habiskan selama 3 hari 2 malam. Disana kami menggunakan situs jaringan silaturahmi internasional (www.couchsurfing.org) untuk mendapatkan host tempat kami menginap selama disana selain itu kami juga mengunjungi kawan asrama kami yang ada di singapura yang sudah kerja disana. Oleh karenanya tidak ada pengeluaran biaya akomodasi tempat tinggal selama di Singapura, cukup mengirit biaya pengeluaran :).

Changi Airport

Changi Airport

Sesampainya di Changi kita langsung menuju stasiun MRT di terminal 1 kalau tidak salah, untuk naik MRT dan segala jenis transportasi yang ada di singapura ada dua cara yaitu dengan menggunakan kartu Ez-link atau bisa membeli karcis setiap kita mau menggunakan transportasi yang ada disana. Beberapa backpacker memilih untuk menyiapkan uang receh untuk setiap mau naik MRT atau transportasi lain tapi tidak bagi kami, karena kami rasa menggunakan kartu Ez-link lebih praktis karena kartu ini akan terus berlaku dan akan habis masa berlakunya kalau tidak pernah dipakai selama 5 tahun. Jadi menggunakan kartu ini selalin kita tidak perlu menyiapkan uang receh sebelum naik transportasi, kartu ini sungguh praktis karena cukup menggesekan kartu ini setiap kali kita mau naik sesuatu dan kartu ini pun bisa diisi ulang. Akhirnya kami masing membeli kartu Ez-link seharga 12 SGD, dengan isi sebesar 7 SGD di dalamnya. 1 SGD waktu itu sekitar 7.000 IDR

Setelah itu kami segera menuju ke rumah host kami yang berada di daerah Clementi menggunakan MRT, kami sampai di Clementi sekitar jam 23.00 dan dari stasiun MRT tersebut kami berjalan kaki menuju apartement tempat host kami yang tak jauh dari situ. dan sebelumnya kami membeli SIM card seharga 15 USD dengan isi pulsa sebesar 15 USD juga,  mungkin bagi beberapa orang SIM Card tidak begitu penting tapi bagi kami itu sangat penting karena kami akan banyak berhubungan dengan banyak orang di negara tersebut.

02

Tak lupa kami bawakan juga oleh-oleh Brownis Bandung untuk host kami, ya sebagai suatu bentuk ucapan terima kasih mau memberikan tempatnya untuk kami inapi. Beruntung waktu sampai di apartement host saya sedang ada pesta kecil-kecilan ternyata. Dan tentu saja banyak makanan disana, kebetulan sekali perut kami belum terisi dari tadi siang sehingga suatu rezeki bagi kami dengan adanya banyak makanan tersebut. Lumayanlah tidak perlu cari makan malam (otak backpacker nih,hehe). Setelah ngobrol ngalor ngidul mulai dari perkenalan kegiatan sehari-hari pengalaman traveling dan lain-lain akhirnya kami beristirahat sekitar pukul 02.00, wuuih hari yang cukup meletihkan juga, akhirnya bisa sedikit melepas lelah dengan mengistirahatkan badan.

13 Februari 2011

Pukul 07.00 pagi kami semua sudah bangun, rencana pertama kami adalah bertemu kawan asrama kami yang kini sudah bekerja di Singapura, lalu diputuskan untuk bertemu di Clementi MRT Station yang kemudian dari situ menuju Jurong East tempat 2 orang dari kami bakal menginap (di kawan asrama kami) sedang dua lagi menginap di anak CS Singapura yang ada di Tampines (bagian timur singapura).

Setelah meletakkan backpack di Jurong East, kami segera menuju Orchad Road daerah yang terkenal dengan wisata belanjanya. Setelah puas berjalan-jalan sepanjang orchad (ya jalan-jalan saja tidak belanja, hehe) kami mampir di carrefour untuk beli snack dan minuman plus sarapan nasi lemak seharga 3 SGD.

03
Pukul 13.00 kami menuju Singapore Nasional Museum “Museum Kebangsaan Singapura” kalau di Indonesia ya seperti museum nasional di Monas, Namun dalam museumnya berbeda jauh. Di MKS (Musium Kebangsaan Singapura) kita dipandu oleh digital guide yang menjelaskan secara otomatis saat kita berada di ruangan tertentu. Masuk museum ini sebenarnya gratis namun untuk masuk gallerynya harus bayar 10 SGD berhubung kami masih mahasiswa, walaupun mahasiswa Indonesia juga kami dapat diskon sehingga hanya membayar 5 SGD saja.

Nasional Museum of Singapore

Nasional Museum of Singapore

Setelah puas explore semua gallery, ya walaupun tidak semua juga sih soalnya luas banget, waktu ternyata sudah menunjukan pukul 16.00, Kami putuskan cukup untuk tur di MKS walaupun sebenarnya masih kurang waktu 2,5 jam disana. Dari sana kami berencana sholat ashar dulu di daerah Rafles City dan sewaktu mau menuju stasiun MRT kami melihat ada museum seni di seberang jalan. Jadinya masuk dulu deh ke Singapore Art Museum tersebut sampai jam 17.00an, Oh ya di singapore matahari terbenam itu sekitar pukul 19.00 jadi lebih lambat satu jam dari WIB.

Singapore Art Museum

Singapore Art Museum

Rafles City

Rafles City

Setelah selesai sholat ashar dan foto-foto di Rafles City kami segera menuju Sentosa Island, sebuah pulau yang dikanal sebagai pusat hedonisme di Singapura, yang unik disana ada Casino dimana jika orang selain Singapura yang masuk gratis namun jika yang masuk itu orang setempat harus bayar sebesar 100 SGD, sebuah kebijakan yang sebenarnya brilian dari pemerintah sana karena sangat menarik orang luar untuk menghabiskan uang di Casino tersebut. Di Sentosa Island juga ada Universal Studio, pantai-pantai dan Huge Merlion.

Sentosa Island

Sentosa Island

Tak terasa waktu sudah pukul 22.00 kami di Sentosa Island, jadi saatnya balik untuk istirahat secara seharian telah berjalan kalau dihitung bisa berkilo-kilo meter (lebay juga sih). Sewaktu di Sentosa Island ini seorang kawan saya teringat bahwa kameranya tertinggal di Rafles City saat sholat ashar tadi jadi segera menuju rafles city kembali namun sayang kameranya sudah tidak ada. Kadang-kadang traveling memang butuh tumbal. :(

Dari rafles city kami kembali menuju Jurong East untuk pulang, keberuntungan menyelimuti kami malam itu karena kawan asrama kami yang sudah kerja di singapore mentraktir kami makan malam. Ya lumayan karena untuk makan kami hanya mengeluarkan uang sekali saja yaitu untuk makan siang. Sesampainya di Jurong East 2 orang stay disana sedang 2 orang sisanya menuju Tampines untuk menginap disana. Berhubung sudah jam 01.00 maka tak ada lagi MRT sehingga kami naik taksi cukup mahal juga ternyata sekitar 27 SGD namun host kami yang baik hati yang membayarnya, untuk sekedar balas budi kami kasih dua brownies lah ke dia :)

14 Februari 2011

Ini hari terakhir kami di Singapura, berhubung kita semua adalah mahasiswa, kampus NTU dan NUS merupakan tempat yang rencana awalnya akan kami kunjungi hari ini. Namun sebelum kesana kami ke Science Center dulu di kawasan Jurong East, maklumlah anak science jadi waktu tiga jam lebih disini tidak terasa sama sekali tiba-tiba saja sudah jam dua siang padahal perasaan baru saja masuk (jam 11.00 padahal masuknya). Masuk Science Center sebenarnya cukup mahal jadi  khusus bagi yang suka science saja karena memang bukan tujuan wisata utama di Singapore.

Di sana kita bisa belajar matematika, fisika, dan lain-lain yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Bagi mereka yang traveling sambil menambah ilmu saya menyarankan untuk mengunjungi lokasi ini. Harga tiket masuknya sekitar 10 SGD, kebetulan waktu itu ada paket sekalian masuk ke Snow City dan kami ambil juga, jadi kami beli tiket seharga 16 SGD untuk masuk Science Center dan Snow City.

Banyak sekali ruang pameran di Science Center mulai dari audio (belajar gelombang, bunyi dan lain-lain), Maxwell auditorium, DNA learning lab hingga tak ketinggalan robotic room. Sangat menambah ilmu dan wawasan sekali disana terutama segi science dan keilmuannya. Hal ini karena science yang rumit dikemas secara sederhana dan seperti bermain saja, maka tak heran disana banyak anak-anak seusia SD-SMP yang ramai berkunjung disana.

Science Centre & Snow City

Science Centre & Snow City

Bagi traveler hemat seperti kami merasa rugi masuk Snow City, terlalu biasa dan tidak ada keistimewaan sama sekali selain hanya lokasi bersalju dan yang paling sedih tidak bisa foto-foto disana.

Dari snow city sudah jam 15.00 ternyata, dan rencana ke NUS dan NTU kita batalkan dan segera menuju patung Merlion di Marina Bay, ikon wajib traveling ke Singapura. Namun sayang seribu sayang waktu kami sampai disana patung Merlionnya sedang dipugar. Ya akhirnya cuma bisa foto-foto dengan anaknya merlion yang kecil. hehehe

Merlion

Merlion

Balik dari Marina Bay kami segera packing untuk melanjutkan perjalanan ke KL via darat, sebelumnya kita menyempatkan makan dulu di dekat Jurong ya harganya standarlah 5 SGD sudah sama minum (itu sudah menu ayam). Setelah makan kita menuju stasiun MRT terdekat menuju Kranji yang kemudian dari sana dilanjutkan menggunakan Bus ke Johor Bharu, Bus ke Johor Bharu ada dua pilihan yaitu yang bisa pakai Ez-link card dan yang tidak dan berhubung sudah malam ya naik seadanya saja dan dapat yang tidak bisa pakai Ez-link card harganya murah juga kok 1,3 SGD.

Tepat pukul 22.00 kita tiba di keimigrasin Singapura-Malaysia setelah selesai urusan keimigrasian lalu perjalanan dilanjutkan ke Johor Bharu yang kemudian ke KL menggunakan bus. Proses keimigrasian cukup mudah jika kurang tahu cukup saja ikuti rombongan-rombongan besar yang turun dari bis sangat mudah sekali, jadi follower saja.

Pengeluaran selama di Singapura :
Ez-Link Card : SGD 12
Top Up Ez-Link Card : SGD 20
Sim Card : SGD 15
Makan / konsumsi selama dua hari : SGD 10
Masuk ke Museum Kebangsaan Singapura : SGD 5
Masuk Science center dan snow city : SGD 20
Total : SGD 82

dengan kurs SGD 1 = Rp 7.000 maka pengeluaran selama di singapura sekitar Rp 574.000 (3 hari dua malam)

MALAYSIA

Perjalanan ke Malaysia dimulai dari Johor Bharu, setelah selesai mengurus imigrasi kemudian kami menuju terminal bus di Johor Bharu. Bus sudah kami pesan by online yaitu berangkat ke Kuala Lumpur jam 22.30 malam dengan tujuan terminal Bukit Jalil. Sampailah kami di terminal bus Johor Bharu, suasananya mirip di Indonesia ada yang nawar-nawarin bus (semacam calo) tapi kami sudah mengantongi tiket bus jadi tak kami hiraukan orang-orang tersebut. Adapun harga tiket bus tersebut sekitar RM 27 dimana RM 1 setara Rp 3.000an.

15 Februari 2011

Lima jam kami tempuh dari Johor Bharu menuju Kuala Lumpur, pukul 05.00 sampailah kami di Stadion Bukit Jalil tempat pemberhentian terakhir bis ini. Segera saja kami menuju lokasi MRT Bukit Jalil yang berada tak jauh dari situ. Stasiun tersebut mulai beroperasi pada pukul 06.00 pagi jadi sembari menunggu kami sholat subuh dan beristirahat di masjid di area stasiun MRT tersebut. Di Malaysia kami tidak membeli kartu MRT karena jangkauan MRTnya tidak menyeluruh seperti di Singapura, jadi kami beli tiket tiap akan naik dimana harga tiketnya bervariasi RM 1 – 3 tergantung jauh dekatnya tujuan.

MRT Bukit Jalil

MRT Bukit Jalil

Dari stasiun Bukit Jalil tersebut kami menuju Chan Sow Ein, di daerah sana kami akan menginap di Malaysia yaitu di salah satu anggota CS (Couchsurfer) yang umurnya sekitar 50an tahun, cukup tua namun masih energik untuk bertraveling ria. Senang bisa berbagi cerita tentang traveling dengan beliau. Kami menginap di rumah beliau selama dua malam. Hebatnya menggunakan jaringan silaturahim selain kita bisa berhemat akomodasi tempat (hostel) kita juga bisa lebih mengenal kebudayaan masyarakat tempat kita traveling dan tentu saja banyak info yang bisa kita ketahui secara mendalam tentang kawasan tersebut jauh lebih valid daripada kita menggunakan penelusuran info ala google.

19

Siang itu, sekitar pukul 11.30 segera kami berpamitan kepada host kami untuk segera menjelajah kota Kuala Lumpur, dari rumah beliau menuju pemberhentian bus memang dekat namun sayangnya bus yang kami cari untuk menuju KL Sentral sungguh lama akhirnya kami memutuskan naik taxi saja, secara kalau taxi dibayar patungan juga tidak begitu mahal. Tujuan pertama kami adalah KL Sentral dimana banyak hal yang bisa dimulai dari sana.

KL Sentral

KL Sentral

Kami putuskan hari besok untuk mengunjungi Genting Theme Park, ya seperti dufannya Indonesia lah. Dari KL Sentral kami membeli paket ke Genting seharga RM 47 yang termasuk bus ke Genting PP, sama cable car dan tiket masuk wahana outdoor. Sedihnya wahana outdoor tidak bisa digunakan saat hujan untuk itu di paket tertsebut ada pilihan jika kondisi hujan maka tiket masuk outdoor park diganti makan di restoran yang cukup mahal. Selesai berencana tentang Genting, kami segera menuju KLCC dimana ada menara kembar Petronas disana, dengan sekali LRT kita sudah sampai di menara yang menjadi icon kebanggaan Malaysia ini.

Petronas Twin Tower

Petronas Twin Tower

Puas berfoto-foto ria di petronas kami menuju KL Tower, pucuk menara ini kelihatan jelas dari petronas jadi kami memutuskan berjalan kaki saja menuju KL Tower, namun cukup jauh juga ternyata untuk menuju kesana apalagi jalannya nanjak segala ditambah teriknya matahari siang itu. Segelas Es sangat kami butuhkan saat itu. Sebenarnya KL Tower ini biasa aja, ya mirip-mirip Monaslah kalau di Indonesia.

Menara KL

Menara KL

Di KL Tower kami menghilangkan penat untuk sejenak dengan berleyeh-leyeh bahkan sampai ketiduran. Ada kiranya sampai dua jam di area KL Tower ini menghindari teriknya matahari siang itu. Saat matahari mulai condong ke barat, saatnya melanjutkan perjalanan kembali. Segera kita turun ke bawah menuju halte bus, dari san kita kemudian menuju Bukit Bintang, terus ke Kampung Arab untuk makan, sekali porsi makan sekitar RM 7-8. Hujan deras mengiringi perjalanan kita sore itu.

Saat senja mulai datang kami menuju kawasan Masjid Jamee’ untuk sholat maghrib sembari melepas lelah. Selesai sholat maghrib sekalian isya’ di sana kita menuju Chiona Town untuk sekedar Jalan-jalan malam. Dan saat waktu menunjukan sekitar pukul 21.00 kami kembali pulang ke rumah host kami, selesailah petualangan hari itu.

China Town

China Town

16 Februari 2011

Hari ini waktunya bersenang-senang menikmati Theme Park terbesar di Malaysia “Genting”. Kami sampai di KL Sentral sekitar jam 09.00 pagi dari rumah Host, KL Sentral ini emang bener-bener sesuai namanya (Sentral), mau kemana aja di Kuala Lumpur ini meeting pointnya disana mulai Petronas, KL Tower dan Genting Theme Park, bahkan juga kalau kalian mau ke Thailand bisa lewat KL Sentral pakai kereta. Mungkin suatu saat nanti Stasiun Gambir di Jakarta bisa juga seperti KL Sentral ini, sejauh ini saat saya perhatikan kalau dari Gambir (Jakarta) mau ke Ancol, Taman Mini, Ragunan, Lubang Buaya, dll nggak ada fasilitas transportasi yang mudah dan efektif padahal potensi wisata di Jakarta tidak kalah menarik dari Kuala Lumpur ini.

Pada jam 11.00 berangkatlah kita dari KL Sentral menuju Genting Theme Park perjalanan ditempuh sekitar 2 jam-an sampai dengan pukul 13.00. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kereta gantung, adapun tiket naik kereta gantungnya sudah satu paket sama tiket genting theme park tadi. Yang menarik dari Genting Theme Park ini akan tutup jika cuaca hujan, dan semua permainan disana tidak bisa digunakan. Oleh karenanya butuh sedikit keberuntungan dan Alhamdulillah pas kita disana cuaca cukup cerah walaupun agak mendung sedikit. Namun pihak theme parknya memberi pilihan kepada kita seumpama cuaca buruk dan taman bermainnya nggak bisa digunakan maka akan diganti dengan voucher makan di sebuah restoran mewah. Selain itu sebenarnya ada juga yang aman dari pengaruh cuaca yaitu indoor theme park, sayangnya harganya lebih mahal daripada harga outdoor theme park.

Tanpa basa basi lagi seluruh permainan kita cobain mulai dari yang paling ekstrem seperti halilintar, go kart, rooler coaster, hingga kelas permainan family seperti kora-kora, spinner dan sebagainya, pokoknya kita nggak mau rugi, harus nyobain semua wahana yang ada disana. Ada satu wahana, baru sih sepertinya namanya flying coaster untuk naik ini dikenakan biaya tambahan sebesar RM 10, menurut saya Flying Coaster inilah wahana paling ekstreme diantara semua wahana yang ada di Genting Theme Park ini.

Genting Theme Park

Genting Theme Park

Tak terasa waktu sudah jam 19.00 akhirnya kita segera kembali ke bawah dan dilanjutkan perjalanan kembali ke KL Sentral, perlu diketahui bahwa di Malaysia menggunakan saving one hour time sehingga matahari tenggelamnya sekitar jam 18.00 – 18. 30. Sampai di KL Sentral sekitar jam 20.30 kemudian kita pergi kembali ke petronas tower untuk menikmati pemandangan malam hari di menara kembar petronas tersebut. Hingga waktu menunjukan pukul 23.00 kemudian menggunakan Taxi untuk kembali ke rumah Host kita di Chan Sow In, hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan.

25

17 Februari 2011

Ini hari terakhir kita di Kuala Lumpur, kami berempat harus berpisah, Sufi dan Iman melanjutkan ke Penang sedangkan saya dan Reza kembali ke Indonesia. Pukul 07.00 pagi kami mulai mengemasi kembali backpack kami dan berpamitan kepada Bu Elma, Host kami selama di Kuala Lumpur, tak lupa kami ucapkan terima kasih karena sudah mau direpotkan selama tiga hari ini padahal kenal juga baru tiga hari yang lalu. Memang begitulah konsep jaringan silaturahmi Couchsurfing, dari orang yang sebelumnya tidak kenal semakali bisa menjadi sahabat dekat. Demikian perjalanan saya pertama kali ke luar negeri, sangat menyenagkan dan mendapat bergudang pengalaman yang menarik. Tak lupa kami juga berterimakasih kepada AirAsia atas tiket promonya :) lebih sering lagi ya.

26

Berwisata Dibulan Ramadhan di Makassar

Mungkin tak perlu saya jelaskan lagi bagaimana saya mendaparkan tiket ke Makassar, ya… pasti karena tiket promo hehe. Tiket didapat PP CGK-UPG 90.000 dari maskapai AirAsia. Jalan-jalan ini berlangsung 4hr (20-23 Juli 2013) dan itu bertepatan dengan ibadah puasa dibulan Ramadhan. Wow, mantapp…

20 Juli 2013

Perjalanan dimulai dari Bandung, dengan menggunakan bus primajasa kita berangkat ke Bandara Soetta di Cengkareng. Tiket bus ini harganya 90.000 sama seperti tiket PP pesawat haha. Berangkat sekitar pukul 12.00 wib mengejar pesawat yang akan terbang pukul 21.00 wib. Sampai Bandara Soetta kebetulan pas maghrib, saatnya kita berbuka puasa. Pihak Angkasa Pura II yang mengelola bandara ini memberikan ta’jil gratis, Alhamdulillah. Oya, sebenarnya tiket sudah dibeli untuk 6 orang, tapi yang jadi berangkat hanya 4 orang.

01

Setelah menunggu sekitar 3 jam di Bandara Soetta, akhirnya kita terbang juga ke Makassar. Sampai di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar kita foto-foto dulu dan menghabiskan malam disini :) namanya juga backpacker, siap tidur di mana saja.

02

21 Juli 2013

Tak lama kita memejamkan mata, tiba-tiba alarm berbunyi mengajak bangun dan santap sahur, serta sebagai tanda dimulainya perjalanan kita menelusuri Kota Makassar di hari itu, lets’go.

Bandara Sultan Hasanuddin

Bandara Sultan Hasanuddin

Depan Benteng Fort Rotterdam

Depan Benteng Fort Rotterdam

Suasana didalam Benteng Fort Rotterdam

Suasana didalam Benteng Fort Rotterdam

Pantai Losari

Pantai Losari

Masjid "mengapung" Amirul Mukminin

Masjid “mengapung” Amirul Mukminin

Sunset dan Buka Puasa

Sunset dan Buka Puasa

Pada malam itu kita putuskan untuk bermalam di New Legend Hotel, sekedar mandi dan merebahkan badan.

22 Juli 2013

Pukul 03.00 kita bangun dan makan sahur, di hotel ini menyediakan makan sahur bagi yang berpuasa. Matahari pagi meyerebak dari timur saatnya muter-muter lagi. Ternyata hotel kita dekat dengan Lapangan Karebosi dan Makam Pangeran Diponegoro, maka kita sempatkan mampir.

09

Setelah ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro, kita mengenang sejarah dengan mengunjungi Monumen Mandala. Monumen ini sebagai tempat peringatan pembebasan Irian Barat.

10

Pada hari itu kita bermalam di tempat teman yang tinggal di Kota Makassar.

23 Juli 2013

Hari terakhir perjalanan, kita manfaatkan untuk sekedar mampir ke trans studio walaupun gak masuk karena waktunya mepet setelah itu kita berburu oleh-oleh khas Makassar.

11

Selesai berbelanja oleh-oleh, kita siap-siap berkemas untuk pulang. Perjalanan ke Bandara Sultan Hasanuddin menggunakan mobil teman. Selamat jalan Makassar, sampai berjumpa lagi.

12

Ujung utara sampai selatan (touring motor)

Darah muda, darahnya para remaja… waktu mahasiswa dulu pas liburan semester, saya bersama teman-teman piknik ke Jakarta – Bogor – Ujung genteng. Awalnya cuma berniat ke Jakarta saja, menghadiri resepsi nikahan teman, tapi karena masih ingin main-main, perjalanan dilanjutkan hingga ke Ujung Genteng. Sore itu kami bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta, panaskan motor dan berangkat. Touring motor ini diikuti oleh 10 anak muda yang haus akan berlibur hehe.

17-18 Juli 2009

Tujuan pertama yang pasti adalah Jakarta, karena hari besoknya kita berencana menghadiri pernikahan teman. Jalur Bandung – Jakarta kita tempuh tidak melewati puncak, tapi jalur Bandung – Purwakarta – Karawang – Bekasi – Jakarta. Jalur ini memang akan lebih lama dibanding via puncak, semua karena mempertimbangkan kondisi motor yang sepertinya tidak layak untuk menanjak di puncak. Pukul 17.00 kita berangkat dan sampai kerumah teman di Jakarta Utara sekitar pukul 01.00 dihari berikutnya, perjalanan yang cukup lama untuk hanya sekedar Bandung – Jakarta ini disebabkan dijalan banyak peristiwa. Apa saja yang terjadi? cekidot

11. Kebanyakan aksi sebelum jalan dan waktu dijalan; 2. Makan malam dulu di Cikampek, mas yang jualan cuma 1 orang jadi lama pelayanannya; 3. Karena hujan dan capek kita istirahat dulu sambil tidur-tiduran di Bekasi.

Itulah yang menyebabkan perjalanan kita lama hehe, sampai dirumah teman kita tidur sebentar terus paginya siap-siap untuk ke kondangan :)

2Sebelum berangkat cuci motor dulu, soalnya malem kehujanan (motor itu pinjam punyanya teman yang nikah wkwk); foto dulu dengan dresscode kondangan; foto sama kedua mempelai

Perut kenyang dan angenda utama sudah terlaksana, enaknya kemana lagi ya? cari tempat hang out yang deket-deket aja deh di Kota Tua.

3

Malam harinya kita menginap lagi ditempat yang sama, besok berencana menuju ke Bogor.

19 Juli 2009

Setelah subuh tiba, semua anggota touring pada sigap bangun untuk sholat dan beres-beres mengemasi barang-barang dan tidak lupa sarapan dulu.

4Sarapan – siap berangkat – sampai rumah teman di Bogor (cepet betul hehe)

Kita istirahat dan lemaskan badan dulu sambil merencanakan lokasi menarik yang ingin dikunjungi. Setelah rapat panjang dan berdiskusi dengan para ahli, diputuskan untuk ke The Jungle main air :) Setelah sampai dilokasi, salahsatu anggota tim memutuskan untuk pulang ke Bandung dikarenakan sudah punya janji, anggota berkurang menjadi 8 orang sekarang.

5

Wisata air berakhir sampai maghrib menjelang, saatnya kita pulang ke rumah. Malam hari kita berencana untuk nonton filem bareng di rumah, maka beberapa DVD kita pinjam dari salah satu rental DVD di Bogor plus beli makanan kecil dan softdrink. Tak lama, setelah sampai di rumah, kita nyalakan TV dan filem horor pun dimulai, dengan settingan gelap-gelap diruang tamu dan bantal-bantal bertebaran, ehh… ternyata semua pada terkapar tidur tak menonton.

20-21 Juli 2009

Bagun pagi, mandi dan gosok gigi… desitinasi terakhir dan paling menantang akan kita lewati : Bogor – Ujung Genteng. Ternyata cukup jauh perjalanan dan melewati jalanan rusak dibeberapa tempat, tapi tetap enjoy.

Nampang dulu perjalanan Bogor - Ujung Genteng

Nampang dulu perjalanan Bogor – Ujung Genteng

Ujung Genteng

Ujung Genteng

Pantai ujung genteng yang indah ini terpaksa harus kami tinggalkan dan bergegas pulang ke Bandung. Wow, perjalanan malam yang menyeramkan untuk jalur Ujung Genteng – Bandung. Sebelum sampai Bandung, kami parkirkan motor dan sejenak bermalam di salah satu musholla SPBU Sukabumi.

8

Pagi hari tiba, mari kita lanjutkan perjalanan pulang, diperjalanan kami menjumpai keramain warga Cimahi, ternyata sebuah gudang sedang terbakar.

9

2005 : Pertama kali ke Bali

Mungkin kalau anda baca blog ini secara keseluruahan, pasti akan terlihat berantakan untuk urutan waktunya haha. Sekarang saya ajak ke tahun 2005 dimana saya duduk di SMA kelas 2. Disinilah perjalanan keluar Pulau Jawa pertama dengan tujuan standar wisata negara kita yaitu Pulau Bali. Inilah jalan-jalan dengan bekal kamera/tustel film, belum umum di tahun itu kamera digital, hanya beberapa teman saja yang bawa itupun bisa dihitung jari. Perjalanan cukup lama dan melelahkan, banyak cerita dan kenangan tapi ingatan saya sudah pudar mengenai tanggal berapa berangkat dan urutan tujuan perjalanan, saya hanya bisa bercerita yang ada fotonya saja. Berikut inilah wisata bersama satu angkatan SMA N 3 Pekalongan di tahun 2005 :)

SMA 3

Sebelum berangkat mejeng dulu di depan SMA 3 dan didalam bus

Selat Bali

Foto dulu diatas kapal penyebrangan Ketapang – Gili Manuk

Tanah Lot

Bergaya di Tanah Lot

Kuta

Sunset di Pantai Kuta

GWK (Garuda Wisnu Kencana)

GWK (Garuda Wisnu Kencana)

Hutan Monyet di Sangeh

Hutan Monyet di Sangeh

Foto kenagan bareng guru SMA (Pak Sumartono, Pak Mardianto, Pak Basri dan Pak Agus Ciptono)

Bedugul

Bedugul

Foto bareng penyu di Tanjung Benoa

Foto bareng penyu di Tanjung Benoa

Nonton Tari Barong di Batu Bulan

Nonton Tari Barong di Batu Bulan

Wisata ke Pulau Bali ini berlangsung selama 5 hari termasuk perjalanan dengan biaya tour yang dipungut per siswa Rp. 500.000,-. Foto diatas berasal dari kamera digital milik teman saya Teguh dan kamera filem saya sendiri yang pinjam dari teman kakak saya.

Sendiri Saja : Singapura – Malaysia

Haloo… Assalamualikum Warohmatullah hi Wabaraokatuh, waktu bulan September 2012 kemarin dapat info AirAsia bakal ada promo tiket murah hampir ke semua destinasi, wow menarik sekali. Pas hari perebutan tiket AirAsia siap-siap saya di depan laptop dengan koneksi internet BizNet yang hanya bayar IDR70.000/bulan hehe. Oke i’m ready, klak-klik mouse komputer mari kita berselancar di web airasia.com, wah murah-murah harga tiketnya bikin ngiler. Wah, mau kemana ya? ini ada BDO-SIN hargaya cuma IDR66.000 harga segini buat pulang ke Pekalongan aja gak cukup, tapi ini malah bisa terbang ke Singapura. Pulangnya saya buat dari KUL-BDO cuma IDR127.000 (harga segini sudah plus pajak bandara loo). Dulu pernah juga jalan-jalan bareng teman-teman asarama sekitar 2th lalu dengan jalur yang sama, dengan perjalannan Singapura – Kuala Lumpur menggunakan bus, tapi kali ini saya buat berbeda, karena kebetulan ada tiket murah dari Johor Bahru – Kuala Lumpur saya rencanakan SIN-JHB via bus dan JHB-KUL via udara, harga tiketnya MYR37 wow murah banget. Tanggal tiket untuk BDO-SIN 09 Juni 2013, JHB-KUL 10 Juni 2013 dan KUL-BDO 11 Juni 2013.

09 Juni 2013

Pagi-pagi Bandung dingin sekali, di tiket ditulis boarding 05.40, dengan diantar oleh teman saya menuju bandara Husein Sastranegara Bandung, sebelumnya mampir indomaret buat beli roti dan minuman, karena udah cek-in online sampai di Bandara langsung bayar pajak IDR75.000 dan menunggu imigrasi buka. Oya, catatan : uang saku yang saya bawa untuk perjalanan ini yaitu IDR300.000, MYR220 dan SGD63. Jam 05.00 imigrasi buka, langsung boarding dan tak lupa sholat subuh dulu diruang tunggu :) Setelah masuk pesawat ternyata saya dapat tempat duduk, saya kira bayar tiket IDR66.000 bakal ngampar dibawah pake tiker atau duduk di kamar mandi, ternyata dapet tempat duduk juga hehe.

2

Setelah sampai di Changi Airport. Karena masih terlalu pagi kita jalan-jalan di bandara dulu, nikmati kereta antar terminal gratis dan bermain-main.

Changi Airport

sesuai rencana yang tentunya sudah direncanakan, saatnya saya ke hostel di kawasan Paya Lebar, dari changi tinggal pake MRT langsung bisa ke Paya Lebar, nah dari stasiun tinggal jalan kaki ke hostelnya. Oya buat naik MRT tinggal beli kartu seperti ezlink, kartu ini bisa dipake buat naik kereta dan bis di Singapore, kalo di Indonesia baru-baru ini udah digalakan yaitu kartu buat komuter. Sengingat saya dulu dikartu ezlink ini masih ada saldonya, pas 2 tahun terakhir kesini, setelah dicek eh masih ada 7SGD hore… Sesampainya di stasiun Paya Lebar saya langsung menuju hostel sekitar pukul 10.00 setelah ketemu hostelnya OMG baru bisa cek in jam 12.00, 2 jam dong saya harus nunggu? eh… setelah tangak-tengok ada hostel lagi tu disebelahnya, jarak 20m namanya Just Inn, coba tanya kesana ternyata gak jauh beda harganya dan langsung boleh cek-in. Dengan harga semalam 24SGD dan deposit 26SGD yang nantinya bisa dibalikin pas cek-out saya bisa dapat kamar dorm untuk 6 orang dengan 3 kasur tingkat. Ada yang lucu mengenai deposit ini, sang penjaga hostel yang keturunan india ini meminta saya 50SGD karena saya harus deposit 26SGD, maka timbullah percakapan a : penjaga hostel keturunan india; b : Calon tamu alias saya sendiri

a : aca.. aca.. u must pay 50USD lah, 24USD for room and 26USD deposit key

dengan inggris yang asal, saya coba balas,

b : bbbuutt sir, my money only 70SGD if i deposit, i only have 20SGD to traveling in singapore… (sedih amat ya gue)

a : where are u from?

b : Indonesia

a : I see… (pantes…) u kere traveller ya?

Akhirnya pak india tadi mengijinkan saya untuk gak deposit… Alhamdulillah…

Oke, mari kita mandi dulu sebelum berkelana di negara / kota Singapura. Tujuan pertama yaitu Sakya Temple dengan naik bis saya melaju (rencana awal pake kereta, setelah lihat jalur peta enakan pake bis) oya, buat yang mau ke Singapura gak perlu takut kesasar, transport disini jelas dan teratur sangat mudah untuk kemana-mana. Ini dia jalur perjalanan yang saya rencanakan di peta dengan bantuan mbah google earth.

1380114_10201339459041047_1327418409_n

dengan mengikuti alur yang udah dibuat saya mulai jalan-jalan ini dari jam 13.00- jam 21.00 dan inilah hasilnya

Little India

Bugis Street

Arab Street

Merlion

Clarke Quay

Percayakah anda dari pagi hingga malam saya cuma makan roti + snack dan minum air putih? haha namanya backpacker yang diinget jalan-jalannya aja, sampe lupa makan, tapi pas malam pulang ke hostel akhirnya saya makan nasi di warung dekat hostel. Alhamdulillah hari ini selesai, mari kita tidur dan besok kita berpetualang lagi.

10 Juni 2013

Wah sudah pagi, masih ada waktu buat jalan-jalan keliling Singapura soalnya tiket JHB-KUL pukul 20.40 kemana ya enaknya? oke kita ke taman kota saja dan sempatkan jalan-jalan ke Sentosa Island sepertinya menarik. Let’s cek-out hostel dan berangkat, berbekal sarapan mie cup dan apel yang dibeli kemarin malam saya berangkat. Pertama ke Labrador Park, di tempat ini umumnya untuk orang joging dan bersantai menikmati udara segar dari sana langsung kita ke Sentosa.

Labrador Park

Keppel Island (tembusan dari labrador park)

Keppel Island (tembusan dari labrador park)

Sentosa Island

Sentosa Island

Setelah bejalan berkeliling Singapura, kini saatnya saya melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur – Malaysia. Perjalanan diawali dengan menggunakan bus SBS menuju Johor Bahru Sentral, setelah itu dilanjutkan menggunakan bus dari JHB Sentral menuju Bandara Senai dan dilanjutkan terbang ke Kuala Lumpur.  Akan tetapi, sepertinya hari ini saya tidak beruntung, karena bus dari JHB Sentral ke Bandara Sinai tidak beroperasi dan akan beroperasi kembali besok.

Saya disarankan untuk menggunakan bus umum ke arah Senai turun halte bus terdekat dengan Bandara dan dilanjutkan dengan naik Taksi. Sepertinya ini ide bagus, tapi perjalanan tidak semulus yang dibayangkan. Sepertinya saya nyasar kemana-mana dan harus berkali-kali turun naik bus umum. Setelah beberapa jam, akhirnya sampai juga di halte yang dimaksud dan saya naik taksi ke bandara. Ternyata untuk taksi yang menuju bandara dikenakan bayaran awal 12MYR diluar biaya argo, wow tekor dong, biaya taksi total yang dibayarkan jadi : 12MYR + argo 6MYR = 18MYR  :( jadi kalau ditotal perjalanan SIN-KUL menghabiskan biaya : taksi 18MYR + tiket pesawat 37MYR = 55MYR wow dahsyatt. Padahal waktu saya pergi dari SIN-KUL 2 tahun lalu pakai bus ac hanya habis IDR90.000 tapi sepertinya untuk harga sekarang masih bisa diterimalah.

Johor Bahru

Johor Bahru

Pengumuman Mengejutkan

Pengumuman Mengejutkan

Bandara Senai

Bandara Senai

Perjalanan masih berlanjut, petualangan baru menanti, sampai Kuala Lumpur malam hari. Sebagai petualang yang kurang uang, diputuskan untuk bermalam di KL Sentral, ternyata eh ternyata bayak juga traveller yang bernasib sama. Banyak turis-turis luar Malaysia bermalam di KL Sentral, ada yang tidur diantara mesin ATM, numpang konek wifi dan tidur di MCD 24 jam, tidur berkelompok sesama traveller di salah satu sudut gedung dll. Sepertinya pemandangan ini biasa terjadi setiap hari, soalnya bagian keamanan membiarkan begitu saja, seperti sudah biasa. Saya memilih bermodal dikit untuk numpang internetan dan tidur di MCD hehe.

11 Juni 2013

Tak terasa sudah subuh, pintu surau di KL Sentral pun dibuka, langsung saja saya cuci muka, sholat dan berangkat meng-eksplor KL.

Batu Cave

Batu Cave

Kuala Lumpur City

Kuala Lumpur City

Putra Jaya

Putra Jaya

Perjalanan diakhiri sampai disini, terima kasih